Penggunaan Virtual Reality untuk Berantas Bullying di Sekolah Tanpa Ketakutan
Perundungan atau bullying di sekolah dapat meninggalkan trauma berkepanjangan hingga si anak lulus. Berbagai upaya mencegah tindakan bullying terus diupayakan termasuk di antaranya merangkul teknologi imersif, seperti Virtual Reality (VR). Bullying di sekolah bisa terjadi mulai dari jenjang paling dasar, seperti Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Umum (SMU). Baik negeri atau swasta, perundungan tidak pandang bulu dan kalangan. Dampaknya secara psikologis dapat membekas hingga sang anak tumbuh dewasa. Cara mencegah bullying di sekolah sudah lama mendapat perhatian baik dari pihak sekolah dan orang tua murid. Rata-rata solusi untuk mencegah dan memulihkan kondisi psikis anak masih bersifat tradisional. Mendampingi si korban secara emosional menjadi andalan agar si anak tumbuh tanpa luka. Kini, cara mencegah bullying di sekolah hadir dengan memanfaatkan teknologi imersif. Berikut kami paparkan tentang eksperimen terkait pemanfaatan VR untuk mengatasi efek perundungan. Apa It...