Contoh Penggunaan Mixed Reality dalam Bisnis dan Keunggulannya

 

Mixed Reality dalam bisnis memfasilitasi terciptanya pengalaman inovatif dan imersif melalui pemakaian alat yang menggabungkan elemen Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR). Mixed Reality luas dipergunakan dalam berbagai sektor, mulai dari pemasaran, pariwisata, industri, layanan kesehatan, pelatihan, dan hiburan.

Layanan tersebut menyediakan keunggulan bagi perusahaan, seperti meningkatkan interaksi dengan konsumen, menaikkan visibilitas brand, membuat pengalaman menarik dan lebih dekat dengan konsumen, serta menambah efisiensi dan produktivitas di lokasi kerja.

Mixed Reality mengubah bagaimana perusahaan beroperasi, menawarkan medium inovatif dan revolusioner. Tetapi, apa sih sebenarnya Mixed Reality itu sendiri dan bagaimana ia bisa menguntungkan bisnis Anda? Yuk simak selengkapnya.

Pengertian Mixed Reality

Mixed Reality (MR) merupakan teknologi yang menggabungkan dunia nyata dengan dunia virtual untuk menciptakan ruang yang interaktif dan dinamis. Tidak seperti VR dan AR, MR mengintegrasikan obyek digital ke dalam lingkungan fisik kita sehingga bisa dimanipulasi seolah nyata.

Teknologi ini mempunyai aplikasi mulai dari rapat bisnis dengan hologram 3D hingga pengalaman bersifat pendidikan yang lebih imersif. Berkat potensinya yang secara virtual tanpa batas, MR memposisikan diri sebagai salah satu teknologi paling transformatif sepanjang sejarah kita.

Keunggulan kunci MR bagi bisnis

Mixed Reality dalam bisnis menawarkan manfaat kunci, seperti dijelaskan di bawah ini:

1. Meningkatnya kolaborasi

MR memungkinkan tim yang tersebar secara geografis bisa bekerja bersama seolah-olah berada dalam satu ruangan. Dengan menggunakan kacamata atau piranti khusus, tim bisa berbagi visual 3D secara real-time sehingga membantu diskusi dan pengambilan keputusan yang lebih efektif.

2. Pelatihan dan pendidikan lebih imersif

Tidak seperti pelatihan tradisional, yang bisa pasif, MR membenamkan karyawan dalam situasi kehidupan nyata dalam lingkungan terkendali. Pengalaman mendalam secara langsung ini membuka jalan pembelajaran yang lebih efektif dan lebih awet.

3. Visualisasi produk dan prototipe

Dengan kemampuan melihat dan memodifikasi prototipe secara real-time, MR memungkinkan siapapun menghemat waktu dan sumber daya tanpa perlu menciptakan model fisiknya secara langsung. Kecepatan dalam pengulangan desain dan validasi ini akan menjadi penting dalam pasar yang kompetitif.

4. Mengoptimalkan proses

Dengan melapiskan data dan metrik relevan pada dunia nyata, manajer yang menggunakan MR bisa mengidentifikasi peluang untuk mengatasi masalah yang selama ini menghambat proses produksi sehingga memberikan masukan lebih baik untuk mengambil keputusan dengan informasi lebih lengkap.

5. Meningkatkan kreativitas dan inovasi

Dengan menawarkan ruang kolaboratif virtual dimana ide bisa divisualisasi dan dijadikan bahan percobaan, MR meningkatkan kreativitas dan membantu perkembangan munculnya solusi lebih inovatif yang mencuat di pasar.

Langkah menerapkan MR di perusahaan

Menerapkan MR dalam suatu perusahaan kemungkinan terlihat seperti tugas yang rumit, tetapi dengan perencanaan hati-hati dan mendapat pendampingan dari profesional yang tepat, integrasi MR bisa dilakukan secara efektif. Berikut langkah-langkahnya:

1. Membutuhkan penilaian

Sebelum mulai menerapkan teknologi ini, penting untuk melakukan analisa mendalam untuk menentukan kebutuhan khusus perusahaan Anda. Masalah apa yang ingin Anda selesaikan dengan MR? Bagaimana Anda bisa meningkatkan proses yang sekarang sudah berjalan?

2. Menyeleksi perangkat keras dan lunak yang tepat

Tidak semua platform perangkat lunak MR sama; masing-masing mempunyai keunggulan dan kekurangannya. Meriset dan menyeleksi mana yang terbaik memenuhi seluruh kebutuhan proyek yang penting. Sama halnya dengan perangkat keras, seperti kacamata MR dan kamera, yang harus kompatibel dan mudah diadaptasikan dengan perangkat lunak yang dipilih.

3. Desain dan pengembangan

Begitu platform dan perangkat lunak telah dipilih, waktunya untuk memasuki fase desain dan pengembangan. Gunakan tim pengembang eksternal yang secara khusus biasa mengerjakan MR untuk mengerjakan proyek Anda. Tujuannya adalah untuk menciptakan aplikasi atau pengalaman yang memenuhi tujuan sebagaimana yang disebutkan dalam analisa kebutuhan.

4. Pelatihan staf

Menerapkan teknologi baru membutuhkan staf yang mengetahui bagaimana cara menggunakannya secara tepat. Untuk alasan inilah kami merekomendasikan adanya sesi latihan agar semua memahami bagaimana kerja MR serta bagaimana untuk mendapatkan manfaat terbesarnya.

5. Pengujian dan penyesuaian

Sebelum diluncurkan secara penuh, tes ujicoba dibutuhkan untuk mengidentifikasi adanya bug atau batasan. Ini merupakan waktu untuk melakukan penyesuaian dan penyegaran sebagaimana diperlukan.

6. Penyebaran dan pemantauan

Begitu segala sesuatunya dikonfigurasikan dan diuji, kami berlanjut ke penyebaran secara penuh atas solusi MR. Akan tetapi, pekerjaan tidak terhenti di sana. Penting untuk mengamati performa dan mengumpulkan umpan balik bagi perkembangan di masa depan.

7. Evaluasi ROI

Setelah diterapkan selama waktu tertentu secara hati-hati, penting untuk mengevaluasi apakah investasi Mixed Reality dalam bisnis memberikan hasil yang diharapkan. Hal ini bisa diukur dalam hal efisiensi yang lebih baik, menaiknya penjualan, atau Indikator Performa Kunci lainnya yang relevan.

Perkembangan pengalaman Mixed Reality

Perkembangan pengalaman MR merupakan proses rumit yang membutuhkan metodologi dan pendekatan khusus. Pada tahap metodologi dan perkembangan, penyedia jasa MR, seperti kami, MonsterAR, akan melakukan riset pasar dan mengusulkan ide proyek lalu berlanjut ke tahap pengembangan, pengujian, dan peluncuran produk akhirnya.

Pada tahap riset pasar, kebutuhan dan permintaan konsumen dianalisa berikut peluang dan persaingan di pasar. Hal ini memberikan basis solid untuk membuat konsep yang unik dan menarik.

Berikutnya, mengusulkan ide dan definisi proyek dimana tujuan, persyaratan teknis, dan fitur kunci pengalaman MR dirumuskan. Tak lama setelah proyek ini didefinisikan, perkembangan sesungguhnya dimulai. Dalam tahap inti ini, alat dan teknologi canggih digunakan untuk menciptakan elemen visual, pendengaran, dan interaktif terhadap pengalaman tersebut. Dalam aspek ini, kami menawarkan layanan desain dan pengembangan untuk menghadirkan pengalaman imersif dengan MR. Tim kami akan menggunakan teknik termutakhir agar perusahaan Anda bisa mengambil manfaat optimal dari teknologi ini.

Setelah fase pengembangan rampung, proses pengujian secara besar-besaran ditempuh untuk memastikan mutu dan fungsi pengalaman MR yang diciptakan. Tes dilakukan pada piranti dan lingkungan berbeda untuk memastikan pengalaman mulus dan bebas kesalahan dalam berbagai kemungkinan situasi.

Pada akhirnya, produk akhir diluncurkan dimana strategi pemasaran dan promosi turut diterapkan agar menjangkau audiens target dan menghasilkan ketertarikan terhadap pengalaman MR yang dibuat.

Penerapan Mixed Reality dalam bisnis di berbagai sektor

1. Pariwisata

MR menawarkan peluang menguntungkan pada sektor ini. Turis dapat menikmati pengalaman imersif sehingga bisa menjelajahi berbagai tujuan sebelum benar-benar mendatanginya. Mereka juga bisa mendapatkan informasi secara real-time mengenai lokasi yang membuat mereka tertarik serta merasakan pengalaman tur virtual tempat-tempat yang khas.

Bahkan, MR bisa memperkaya pengalaman turis dengan memadukan elemen virtual dengan lingkungan fisik yang walhasil menawarkan informasi tambahan dan menghibur selama perjalanan mereka.

2. Industri

Pada sektor industri, MR telah menjadi alat yang sangat dibutuhkan. MR membantu pekerja agar bisa mengakses informasi relevan secara cepat dan dalam waktu saat itu juga untuk membantu mengelola tugas dan mengambil keputusan.

MR juga digunakan untuk mensimulasi dan melatih dalam lingkungan kerja yang berbahaya atau kompleks. Hasilnya, risiko kecelakaan menjadi lebih berkurang serta lebih efektifnya pelatihan karyawan.

3. Layanan kesehatan

MR mempunyai dampak positif di sektor layanan kesehatan. Teknologi ini digunakan untuk meningkatkan mutu pelatihan tenaga profesional kesehatan untuk memfasilitasi praktek prosedur dan diagnosa dalam lingkungan virtual.

MR turut dipakai dalam desain dan perencanaan campur tangan operasi untuk menghadirkan ketepatan dan mengurangi lamanya waktu untuk pulih. Selain itu, MR bisa membantu dalam merehabilitasi terapi dan perawatan bagi masalah kejiwaan dengan memberikan pengalaman interaktif dan memberikan dorongan kesembuhan bagi pasiennya.

4. Edukasi dan Pelatihan

Dalam bidang pelatihan, MR menyediakan cara pembelajaran baru. Teknologi ini membantu murid agar bisa berinteraksi dengan konten virtual, simulasi serta skenario realistis untuk mendorong partisipasi dan keterlibatan secara aktif.

Mulai dari pelatihan kejuruan hingga pendidikan sekolah, MR meningkatkan proses pengajaran dan pembelajaran dengan menyediakan pengalaman tangan dalam berbagai dimensi. Tambahan lainnya, MR bisa diadaptasi ke dalam gaya pembelajaran berbeda sehingga menghadirkan pendekatan yang pribadi dan bisa diakses oleh semua pembaca.

5. Hiburan

MR menawarkan bentuk hiburan baru yang memadukan dunia virtual dengan dunia sesungguhnya. Penggunanya bisa membenamkan diri ke dalam pengalaman yang imersif dan digamifikasi sehingga mereka bisa berinteraksi dengan karakter virtual dan obyek maya di lingkungan fisik masing-masing.

Mulai dari games dan hiburan hingga acara langsung dan pertunjukan, MR menyediakan sensasi unik dan menghibur ke publik umum sehingga menciptakan pengalaman memikat hati dan paling diingat.

Contoh dan pemakaian MR pada level usaha

MR mewakilkan potensi transformatif dalam beragam aspek pada operasi bisnis. Layanan inovatif ini menyediakan perusahaan peluang untuk berkembang dalam hal cara interaksi dengan konsumen mereka sekaligus menciptakan pengalaman unik dan melibatkan mereka sehingga brand lebih mencuat di pasar yang terus kompetitif.

Apakah melalui games, presentasi atau paparan virtual, MR menjembatani perusahaan berbeda dari pesaing dan meninggalkan kesan awet di benak konsumen. Berikut contoh untuk menginspirasi Anda:

1. Gerai Telefónica yang diperluas di MWC 2023

Daya tarik kuat dari gerai Telefónica saat MWC 2023 tidak diragukan lagi berasal dari solusi MR yang dibuat menggabungkan dunia nyata dan virtual. Dengan menggunakan Hololens 2, pengguna bisa memvisualisasikan dan berinteraksi dengan konten imersif yang secara realistis terintegrasikan ke dalam ruang fisik untuk memaksimalkan pengalaman pengunjung di gerai tersebut.

2. Kunjungan imersif ke Katedral St. Bavo di Ghent

Sejak Maret 2021, Katedral St. Bavo di Ghent memfasilitasi tur imersif memakai MR. Dengan mengenakan Hololens 2, pengunjung dapat mengakses konsep inovatif presentasi budaya ini selama tur dengan arahan pemandu yang menunjukkan ke mereka adegan yang imersif dengan imbuhan virtual untuk menciptakan efek visual di setiap titik yang menjadi daya tarik monument tersebut.

3. Potensi MR dengan Apple Vision Pro

MR sedang menjadi daya tarik sebagai daya disruptif di dunia bisnis dengan penerapan potensial yang membentang dari kolaborasi real-time yang meningkat hingga menaikkan personalisasi produk ke level baru. Sementara itu, masuknya Apple ke sektor manufaktur perangkat keras MR diharapkan bisa membawa evolusi bagi MR agar lebih bisa melakukan hal yang lebih canggih. Apple Vision Pro baru, yang terfokus pada teknologi Komputansi Ruang, memadukan fungsi VR dan MR untuk membuka beragam pemakaian dan peluang melalui satu gawai tunggal.

Salah satu evolusi terbesar yang kemungkinan mendampingi MR di masa depan adalah melalui integrasi alat kecerdasan buatan untuk memaksimalkan potensi teknologi ini, baik pada level pengguna hingga profesional. Seperti halnya alat sekaliber ini, MR harus digunakan secara bertanggung jawab untuk memastikan manfaatnya bisa diakses secara berimbang serta risiko yang terkait bisa sekecil mungkin.

Itulah penjelasan tentang Mixed Reality dalam bisnis. Semoga menambah wawasan bagi Anda.

Comments

Popular posts from this blog

Macam-Macam Ancaman Keamanan Jaringan dan Cara Melindunginya

Apa itu IT Support, Tugas, Skill, dan Bedanya dengan IT Staff

Staff IT Adalah: Tugas, Gaji, dan Bedanya dengan IT Support